Banten

Bukan Sekadar Kenyang! DPR Peringatkan Dapur Makan Bergizi Gratis Bisa Jadi 'Bom Waktu' Jika Tak Diaudit Total

Abdurahman | 7 Mei 2026, 22:46 WIB
Bukan Sekadar Kenyang! DPR Peringatkan Dapur Makan Bergizi Gratis Bisa Jadi 'Bom Waktu' Jika Tak Diaudit Total
Anggota Komisi IX DPR RI Vita Ervina sambutan pada sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di Kabupaten Magelang, Kamis (7/5/2026).( Foto: ANTARA)

AKURAT BANTEN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi tumpuan harapan bagi masa depan generasi bangsa kini menghadapi tantangan krusial.

Di balik kemasannya yang menarik, muncul peringatan keras dari Senayan mengenai standarisasi dapur penyedia yang dianggap bisa menjadi risiko besar jika tidak diawasi dengan ketat.

Anggota Komisi IX DPR RI, Vita Ervina, menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh hanya fokus pada distribusi, tetapi harus melakukan audit total terhadap seluruh rantai produksi pangan, mulai dari kebersihan dapur hingga kualitas bahan baku, sebagai program keamanan pangan.

Baca Juga: Viral! Detik-detik Presiden PFA Tolak Salaman dengan Israel, Ini Alasan Lengkapnya!

Keamanan Pangan Adalah Harga Mati

Menurut Vita, ambisi mengejar target jumlah penerima manfaat jangan sampai mengabaikan aspek keamanan pangan (food safety).

Tanpa pengawasan yang ketat, dapur-dapur yang tersebar di berbagai wilayah berisiko menjadi titik lemah yang membahayakan kesehatan anak-anak sekolah.

Program ini memiliki niat yang sangat mulia, namun kita tidak boleh lalai. Audit menyeluruh terhadap seluruh dapur MBG adalah instrumen wajib untuk menjamin bahwa makanan yang sampai ke tangan anak-anak kita benar-benar aman, higienis, dan bergizi. Jangan sampai niat baik ini justru meninggalkan masalah kesehatan di kemudian hari. — Vita Ervina, Anggota Komisi IX DPR RI

Baca Juga: Tembus Rekor! 25 Kali Roy Suryo Bolak-Balik Polda, Kuasa Hukum: Semua Gara-gara Jokowi!

Mengapa Audit Dapur Sangat Mendesak?

Penerapan standar dapur yang seragam di seluruh Indonesia bukanlah perkara mudah.

Ada tiga poin kritis yang menjadi sorotan DPR:

  1. Standarisasi Sanitasi: Tidak semua dapur memiliki fasilitas sanitasi yang layak untuk memasak dalam skala besar.

  2. Sertifikasi Higiene: Penjamah makanan (juru masak) wajib memiliki pemahaman mendalam tentang kebersihan untuk mencegah kontaminasi silang.

  3. Kualitas Bahan Baku: Rantai pasok bahan makanan lokal harus dipastikan bebas dari zat berbahaya atau proses penyimpanan yang salah.

Baca Juga: Tiga Masjid Terdampak Banjir di Aceh Rampung Direnovasi Bantuan Masyarakat Kota Tangerang

Menuju Generasi Emas, Bukan Generasi Cemas

Audit yang diusulkan bukan bertujuan untuk mempersulit para penyedia jasa atau UMKM, melainkan sebagai bentuk perlindungan bagi mereka dan konsumen terkecil kita: anak-anak sekolah.

Dengan adanya audit rutin, potensi terjadinya keracunan massal atau penurunan kualitas nutrisi dapat ditekan hingga titik nol.

Langkah preventif ini diharapkan mampu mengubah kekhawatiran menjadi keyakinan, sehingga Program Makan Bergizi Gratis benar-benar menjadi fondasi kuat menuju Indonesia Emas 2045, bukan sekadar program bagi-bagi makanan tanpa pengawasan mutu yang jelas.(**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman